LIBATKANLAH ALLAH DALAM SETIAP URUSANMU



[BASED BY A TRUE STORY]

Rabu 16 Februari 2022,

Hari ini aku pulang. Seperti halnya pinguin betina yang kemana pun ia pergi, ia akan selalu kembali pada keluarganya. Begitupula aku, semua orang juga harus pulang bukan? 

Aku ingin bercerita sedikit, bagaimana Allah benar2 ada ketika kami membutuhkanNya. 


27 Desember 2021, Aku dan Farhan akhirnya membulatkan tekad untuk sidang skripsi periode januari 2022. Segala usaha, kerja keras siang-malam hingga doa sepanjang hari selalu di ucapkan dari mulut kami. Namun di dalamku, aku masih menyimpan keraguan. Ragu apakah aku dapat sidang periode itu atau harus mengulang lagi di semester berikutnya. Aku merasa usahaku masih belum cukup saat itu. 


29 Desember 2021, Pukul 21.00

Akhirnya yang aku takutkan pun terjadi, malam itu ketika semua persiapan sidangku sudah lengkap. Muncul sebuah pesan "REVISI TA Amanat.docx". iya benar sekali, tiba2 dosen pembimbing 2 ku, mengirimkan pesan tersebut. Dokumen yang berisikan revisi yang sangat banyak. Hal itu membuatku benar2 berpikir bahwa aku tidak akan bisa sidang periode ini, jika dilihat dari deadline pendaftaran sidang yang berakhir esok hari. Aku juga sudah menyiapkan template pesan permintaan maaf kepada Ibuku malan itu jika pada akhirnya aku harus mengulang 1 semester lagi. 

Tepat tengah malam, setelah aku memperbaiki draftku. Terbesit dalam pikirku untuk melaksanakan qiyamul lail atau sholat malam, mungkin malam itu adalah malam dimana aku paling memohon kepadaNya. Dan setelah doaku usai, entah ada Ilham darimana tiba2 aku berniat ingin ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing 2 ku. 


30 Desember 2021, hari itu adalah hari terakhir pendaftaran sidang. Aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi hari itu, ketika aku sudah sampai kampus dan menemui dosen pembimbing. Hal menakjubkan terjadi, beliau berucap kepadaku "Ayo kita perbaiki bareng2 aja Amanat". Aku tidak dapat menggambarkan ekspresk kagetku saat itu, dan akhirnya revisi pun selesai dan beliau pun mengizinkan aku sidang periode ini. 

Sesudah aku melaksanakan Sholat Dzhur, aku bertemu dengan seorang dosen yang pernah mengajarku dan juga sebagai dosen pembimbing Farhan. Setelah aku bersalaman dengan beliau, tiba2 hatiku ingin menemui Farhan saat itu karena jalan pulangku searah dengan kosa Farhan. Sesampainya aku disana, rupanya Farhan baru saja selesai melaksanakan sholat dzhurnya. Aku bertanya bagaimana pendaftaran sidangnya, rupanya di sistem dia tidak dapat mendaftar sidang karena ia belum melakukan test TOEFL. Namun berkas2 yang lain sudah lengkap, aku akhirnya membantunya dengan memberikan kontak bagian akademik dan menyarankan farhan untuk menghubungi kontak tersebut. Dan akhirnya dengan dibantu oleh akademik, Farhan juga bisa sidang periode ini. Dan satu ucapan farhan yang membuat aku benar2 terenyuh "Dir, tadi aku sudah putus asa. Dan pas Sholat dzhur tadi aku ngomong sama Allah, kalau sampai nanti jam 3 ga ada terjadi sebuah keajaiban. Aku gamau sholat lagi, dan setelah aku ngomong gitu. Kamu datang, dan KEAJAIBAN DIR. Allah itu ada Dir, " 

Aku belajar hal hebat sore itu, bagaimana Allah benar2 pengatur skenario terbaik di alam semesta ini. Bukan sebuah kebetulan tiba2 aku berniat ingin ke kampus hari itu, bukan pula sebuah kebetulan aku bertemu dengan dosen pembimbing Farhan di Musholla kampus saat itu. Semuanya sudah Allah atur dengan sangat baik. 


5-6 Januari 2022, Kami berdua akhirnya melaksanakan sidang. Sidang skripsi yang dimana pengujiku saat itu dosen yang paling di takuti karena ketelitian beliau mengupas skripsi mahasiswa yang sidang. Aku ketakutan hebat sehari sebelum sidang bahkan hingga 15 menit sebelum sidang dilaksanakan, dan seorang teman dengan bijaknya berkata kepadaku "Gausah takut dir, ketakutan atau rasa gugup itu ada ketika kamu belum sepenuhnya percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik tempat bergantung. Libatkan Allah dalam setiap aktivitas, libatkan Allah dalan sidangmu. Insya Allah yang ga mungkin bisa saja menjadi mungkin

Mendengar ucapan itu, akupun langsung menarik napas sedalam2nya dan dzikir terakhir yang kuucap ketika sebelum sidang "Hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nasir"

Setelah itu entah kenapa hatiku benar2 tenang, pikiranku yang awalnya kusut pun kini sudah tertata rapi. 

Dan entah kenapa TANGIS KAMI BERDUA PECAH, ketika masing2 dari para dosen mengatakan bahwa kami dinyatakan lulus. Air mata itu bukan hanya jatuh karena haru gembira, tapi juga sebagai bukti kongkrit bahwa Allah itu ADA, NYATA, BESAR DAN PENOLONG KAMI DIKALA SEMPIT. 

"Allahu shomad (Q.S Al-Ikhlas : 2)"

"Allah tempat bergantung segala sesuatu"

.

Saya Amanat Dirgantara, dan inilah kisah Saya... 

Komentar

Postingan Populer