Inginku Kamu
Aku selalu menyukai perempuan yang tetap mampu bersikap lembut setelah hidup berkali-kali menjatuhkannya dengan cara yang tidak ramah. Perempuan yang tidak berubah menjadi dingin hanya karena dunia pernah memperlakukannya dengan kejam. Perempuan yang masih bisa tersenyum dengan tenang, masih mampu memikirkan orang lain, bahkan ketika dirinya sendiri sedang tidak baik-baik saja. Bagiku, ada sesuatu yang sangat menyedihkan sekaligus menenangkan dari manusia seperti itu. Seolah ia sedang menanggung hujan panjang seorang diri, tetapi tetap berusaha menjadi teduh bagi orang lain.
Dan Nada adalah perempuan itu.
Aku tidak pernah benar-benar tahu luka apa saja yang pernah ia lewati. Namun dari caranya diam terlalu lama, dari matanya yang sering terlihat lelah meski bibirnya tetap berusaha tersenyum, aku mengerti bahwa hidup pasti pernah berkali-kali menguji hatinya. Ada bagian dari dirinya yang terasa rapuh, tetapi anehnya ia menyembunyikan semuanya dengan begitu rapi. Nada jarang bercerita tentang kesedihannya. Ia lebih sering mendengarkan kesedihan orang lain seolah luka miliknya sendiri tidak terlalu penting untuk dibahas.
Yang membuatku jatuh cinta bukanlah karena ia sempurna. Justru sebaliknya. Aku jatuh cinta pada cara ia bertahan ketika keadaan tidak memberinya banyak pilihan selain kuat. Aku jatuh cinta pada caranya tetap menjadi manusia yang hangat setelah banyak hal mencoba membuatnya kehilangan kepercayaan pada dunia. Ada banyak orang yang berubah kasar karena pernah disakiti, tetapi Nada memilih tetap lembut. Dan menurutku, itu adalah bentuk keberanian yang tidak semua orang miliki.
Sejak mengenalnya, aku mulai memahami bahwa cinta tidak selalu datang dengan gemuruh yang besar. Kadang ia hadir pelan-pelan, tumbuh dari rasa kagum yang sederhana. Dari keinginan kecil untuk memastikan seseorang tidak merasa sendirian lagi. Dari harapan diam-diam agar ada satu hari di mana ia tidak perlu memikul semuanya sendiri.
Dan entah sejak kapan, aku mulai ingin menjadi tempat pulang bagi perempuan itu. Menjadi seseorang yang bisa ia andalkan ketika dunia terasa terlalu berat untuk dilalui. Seseorang yang tidak akan memaksanya terlihat kuat setiap waktu. Karena di balik caranya menenangkan banyak orang, aku tahu ada hati yang juga ingin dipeluk, ada lelah yang juga ingin didengar, dan ada air mata yang mungkin selama ini ia tahan sendirian.
Jika suatu hari nanti Nada benar-benar memilihku, aku mungkin tidak akan menjadi lelaki paling romantis yang pandai merangkai kejutan atau menghafal banyak kata manis untuk membuatnya tersenyum setiap hari. Aku mungkin hanya lelaki biasa dengan cara mencintai yang sederhana dan tidak selalu sempurna. Namun satu hal yang pasti, aku akan menjadi seseorang yang tetap menggenggam tangannya bahkan ketika hidup sedang berjalan ke arah yang melelahkan. Ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan, ketika hari-hari terasa terlalu berat, atau ketika dunia perlahan kehilangan keberpihakannya kepada kita.
Karena bagiku, cinta tidak selalu tentang seberapa indah seseorang berbicara. Cinta bukan hanya tentang bunga, puisi, atau janji-janji yang terdengar menenangkan di awal. Ada banyak orang mampu berkata manis, tetapi tidak semua mampu bertahan ketika keadaan mulai berubah. Dan aku belajar bahwa yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah kata-kata yang terus terdengar indah, melainkan kehadiran yang tetap tinggal saat semuanya tidak lagi mudah dijalani.
Aku ingin menjadi rumah yang tidak membuat Nada merasa harus kuat setiap waktu. Menjadi tempat di mana ia bisa beristirahat dari segala hal yang selama ini diam-diam melelahkannya. Sebab setelah mengenalnya, aku sadar bahwa dicintai dengan tulus mungkin bukan tentang menemukan seseorang yang selalu membawa bahagia, melainkan menemukan seseorang yang tidak pergi ketika luka, kecewa, dan keadaan buruk datang silih berganti.
Karena pada akhirnya, cinta bukan tentang siapa yang datang dengan perasaan paling besar di awal cerita. Melainkan tentang siapa yang memilih tetap tinggal setelah semuanya berubah, setelah banyak hal tidak lagi sama, dan setelah dunia berkali-kali menguji apakah perasaan itu benar-benar nyata atau hanya singgah sementara.


Komentar
Posting Komentar