Terimakasih Untuk Hari Ini
Pernahkah kalian dikecewakan oleh sesuatu sampai memilih berjalan menuju gelap, lalu tanpa diduga menemukan lagi secercah harapan? Aku pernah, Kawan. cahaya itu hadir sebagai orang-orang yang datang meluangkan waktunya, tertawa bersama, membuat gaduh, lalu tanpa mereka sadari mengusir sepi yang sudah terlalu lama menetap.
Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan lewat lisan. Banyak hal yang berhenti di kepala karena lidahku tidak pernah cukup berani menyampaikannya. Maka aku menulis. Sebab lewat tulisan, mereka bisa tinggal lebih lama. Tawa, percakapan, kebodohan-kebodohan kecil, semuanya bisa kubuat sedikit lebih abadi. Jika ditanya apakah orang-orang seperti ini layak diperjuangkan, jawabanku sederhana. Iya.
Seperti dua puluh empat jam terakhir. Di sebuah vila dengan udara yang cukup dingin, ada yang memberiku Bejo Jahe Merah ketika melihatku kedinginan. Ada yang sibuk karaoke sampai lupa waktu, ada yang menikmati dunianya sendiri dengan ngebucin, dan ada pula satu manusia anomali yang ketika semua orang mencari jaket justru santai memakai celana pendek dan kaus tipis. Aneh memang, tetapi mungkin justru hal-hal semacam itulah yang suatu hari akan paling kita rindukan.
Aku sendiri menikmati vila dengan caraku. Duduk di teras, menyalakan rokok, melihat mereka dari kejauhan, lalu diam-diam merasa bahwa hidup ternyata masih cukup baik untuk dijalani. Udara malam memang dingin, tetapi kebersamaan membuat tempat itu terasa hangat dengan caranya sendiri.
Hari ini aku bahagia. Untuk beberapa saat, masalah besar yang terus memenuhi kepalaku seperti kehilangan suara. Tidak hilang, tentu saja, tetapi setidaknya aku diberi kesempatan untuk lupa sebentar dan mengingat bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal yang membuat kita ingin menyerah.
Terima kasih, Kawan.
Sehat-sehatlah, rekan-rekan Dewan Tongkrongan. Masih banyak tempat yang belum kita datangi, rencana yang belum kita jalani, dan cerita bodoh yang belum sempat kita tertawakan bersama.
Kalau suatu hari aku kembali berjalan menuju gelap, semoga aku masih ingat bahwa pernah ada malam yang dingin, sebuah vila, seorang manusia anomali yang kayak orang habis ngobat dan kalian yang tanpa sadar pernah membuat hidupku terasa hangat lagi.
Yogyakarta, 29 Agustus 2026
Dear

Komentar
Posting Komentar